Berita Terkini

Jul 22, 2012

Formula Pupuk Berbasis Bakteri Endofit

Bakteri Endofit dibawah sinar uv
Gambar. Warna bakteri endofit yang telah berpenanda
gen gfp dilihat di bawah sinar uv
Pengembangan Formula Pupuk Berbasis Bakteri Endofit pada Tebu merupakan salah satu inovasi teknologi perkebunan yang dihasilkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Litbang Kementerian Pertanian pada tahun 2011.

Pupuk hayati yang berkembang umumnya menggunakan bakteri endofitik. Enam isolat bakteri penambat N endofitik diuji daya hidupnya dalam formula pupuk hayati dan  diuji efikasinya pada tanaman tebu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi pupuk hayati yang dibuat dengan campuran blotong 50%, zeolit 30%, dan tanah lempung 20%, pada hari ke-0 sampai ke-15, jumlah bakteri endofit sebesar 8-6 x 106.

Pada bulan ke 3, jumlah bakteri dalam pupuk mencapai 6,33 x 102. Setiap bakteri endofit memiliki pola yang spesifik yang menggambarkan keberadaan dan persistensinya dalam jaringan tebu.

Bakteri tersebut mampu bertahan selama 3 bulan dalam jaringan tanaman. Dalam jaringan daun tebu, bakteri endofit membentuk jaringan mikrokoloni. Uji efikasi bakteri endofit terhadap keragaan tebu pada stadium perkecambahan dan awal pertunasan (umur 2 bulan) belum dapat tergambarkan secara kongkrit.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aplikasi bakteri endofit belum memberikan respon yang signifikan, mengingat pengamatan dilaksanakan pada tahap awal pertunasan.

Sumber : Litbang Deptan