Berita Terkini

Oct 31, 2010

Pertanian Organik

Ada yang beranggapan bahwa pilihan untuk mengkonsumsi makanan-makanan organik dewasa ini dianggap sebagai trend. Gaya hidup sehat perkotaan terkini yang dilakoni mereka yang mempunyai daya beli relatif tinggi, terpelajar dan punya akses terhadap informasi.

Butuh penelitian serius mengapa lahir anggapan demikian. Sebab sejatinya pertanian yang telah di lakoni nenek moyang kita selama berabad-abad seharusnya disebut sebagai pertanian organik. Hasil dari pertanian organik adalah makanan organik berupa sayur, buah2an, gula semut, daging, telur, susu dll.
Tapi merupakan sebuah realita bahwa sistem pertanian secara garis besar sekarang ini salah jurusan. Tidak hanya di lakukan oleh industri agro, petani orang-perorang sekarang memakai pupuk kimia, pestisida dan hormon gila-gilaan untuk menggenjot produksi. Seakan melupakan tujuan dasar mengapa pertanian di bangun, bahwa makanan tersebut di tumbuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Sebuah penelitian yang di lakukan oleh Universitas Texas dan di terbitkan di the Journal of the American College Nutrition melaporkan bahwa nilai nutrisi dari 43 jenis sayur dan buah2an umumnya mengalami penyusutan selama 15 tahun ke belakang. Tingkat nutrisi penting seperti protein, calcium, posfor, zat besi, riboplavin dan vitamin C berkurang antara 6-38%. Penelitian ini telah menimbulkan pertanyaan bagaimana praktek-praktek pertanian moderen ternyata berakibat terhadap hasil panen.

Tidak hanya itu. Pemakain bahan kimia seperti pestisida sangat berbahaya bagi lingkungan. Zat itu terbang di udara, menyerap ke dalam tanah, dan kemungkinan juga merembes ke dalam persediaan sumber air minum. Sekarang kita bisa melihat tanah gundul yang tidak subur yang akan membawa bencana erosi. Pestisida yang terbang di udara juga akan membunuh burung-burung dan serangga yang berfungsi sebagai predator alami bagi hama pertanian.

Untunglah gerakan kembali ke pertaniaan organik, kian hari gemanya kian keras. Tidak hanya di negara-negara maju, Indonesiapun sudah memiliki banyak komunitas penggagas pertanian dan makanan organik. Itu tidak lepas dari usaha lembaga dan orang-orang yang perduli terhadap keberlangsungan pertaniaan dan hasil produksinya yang ramah terhadap alam. Seperti Aliansi Organis Indonesia (AOI) dimana Diva Maju Bersama pun tergabung menjadi anggotanya. Ini adalah suatu organisasi masyarakat sipil yang berbadan hukum perkumpulan, bersifat nir-laba dan independen. Mereka percaya bahwa pertanian organik mampu mengatasi persoalan marjinalisasi lingkungan dan juga mendorong kedaulatan petani.

Mungkin itu lah yang menjadi pencetus mengapa ada sebagian orang beranggapan bahwa mengkonsumsi makanan organik dewasa ini sedang trend.

sumber:dian-kusumanto.blogspot.com